By: Ain Saga
Titik.titik titik.
Lama lama menjadi sebaris kata
lalu bekumpul jadi kalimat
adakah makna yang tersirat
rasa yang tersurat?
Titik titik menganak pinak
bergerombol pantulkan cakrawala
lewat media apa kita saling menyapa
kau takkan bosan menanggapinya
racun racun menggelintir begitu saja
godaan dan hasutan berkecamuk dikepala
masihkah itu membuat hidupmu bahagia
masihkah warna menua diujung senja?
Biarkan hatimu bereka reka
timbang timbanglah sepantas kata
agar semua terasa begitu berharga
lamunkan saja bila masa kan tiba
titik akan kembali titik
usai sudah harga tawa dan airmata
semua akan alasannya
mengapa kau dan aku disini
atau disana
semua ada
mendekap nalurimu
untuk terbang berkata kata
pada bayang semesta menggoda
ah..cuma sepenggal asa
tapi meremehkannya
akan buatmu terbinasa
selamanya oleh buih sengketa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Senyap terbit, rahim sunyi pun di gembalai tangan-tangan rancu Ada mata asa, namun dayuh-dayuhan tersekat pekap Sungguh apakah genderang i...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar