Lidah kelu lisan pun mengering
Sungai hati tak lagi mengalir bening
Keruh oleh ribuan repihan kepedihan
Tertutup warna kelam kehidupan
Seolah tiada tempat melepas seluruh dahaga
Hamparan terjal miliki luas tak terhingga
Bila nanti suara tapak telah mulai melemah
Biar kata menyerah tetap ku sanggah
Pada nasib tak kurelakan diri mengalah
Karna masih ada tempat bagi untai doa tertumpah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar