Tampilkan postingan dengan label Puisi Insan Al Amin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Insan Al Amin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

Maka Bersabarlah

singa di padang pasir
bayam di dalem kaleng
motor yang berusaha untuk lebih menggerung

lihatlah segala keindahan
yang bisa kamu nikmati di dunia ini
taukah kau, itu adalah satu per tidak terhingganya
dari yang ntar ada di surga

hey sabar itu bernilai
jika dengan kesabaran kau bisa mendapatkan surga
segala yang kau impikankan
maka bersabarlah

Selasa, 01 Januari 2013

Damai Hidup Bersama Alam

sejalan waktu telapak kakiku nampak menebal
akibat tidak adanya sepatu
sungguh seperti orang jaman dahulu
sebelum peradaban ada

mungkin pagi ini waktunya minum susu
dari sapi yang kuperah sendiri
karena belum ada mini market
yang buka 24 jam dalam sehari

di sini hiburanku adalah bintang
karena langit belum terpolusi gas buang kendaraan
sehingga selalu cerah
kecuali sedang musim mendung atau hujan

udara yang bersih
air yang jernih
konflik yang singkat
tak pernah di ungkit ungkit

aku rindu tanah air jaman purbakala
dimana manusia manusianya menjaga alam
berani berlayar berani menerjang ombak
mempunyai akal budi yang baik dan serentak

Tahun Baru

besok pagi
adalah udara
yang baru di tahun
yang baru kan kupijak besok

bersamamu
selalu dinanti
disaat sedang rusuh
karena terlalu sibuk

kembang api
meluncur bersama
tak ragu untuk terbang keatas
dan meledak keras

jalan raya
seolah berkata
malam ini tak akan bisa
untuk maju dan mundur

Selasa, 24 Juli 2012

Enjoy The Ride


semangat tinggi
energi yang tak terbatas
meluap luap tak sabar untuk segera
mewujudkan mimpi demi mimpi

ibarat bahan bakar
yang terus menerus masuk ke dalam mesin bakar
terus di bakar
pastikan gigi masuk
perjalanan panjang akan selalu menyenangkan

Sabtu, 12 Mei 2012

Kelelawar Siang

tahukah kamu
kenapa kelelawar tak pernah terbang
ketika menjelang matahari siang
karena itu melukai matanya

tahukah kamu
kenapa kelelawar ini menantang siang
karena ia ingin jujurkan perasaannya
kepada seseorang yang di cintainya

tahukah kamu
bagaimana bimbang nya hatiku
atas segala ketidak jelasan
yang tak pernah ada akhirnya

aku hanya ingin jawaban

Jumat, 04 Mei 2012

Pakaian

seperti dua sahabat yang berbeda gerak tujuan
tentu berbeda akan apa yang ditariknya
sahabat yang pertama si penyuka hujan,
tentu ia akan menuntun hujan ke arahnya

sahabat kedua yang memandang hidup hanyalah fana,
tanpa emosi tentang hujan
tentu tak akan menarik hujan
meski sebenarnya dia butuh air juga

karena itu si sahabat yang kedua ini
perlu gunakan sedikit taktik
sehingga hujan pun mencintainya
walau ia tak memiliki emosi tentang hujan

pakaian

Kamis, 19 April 2012

Hakmu Untuk Menggapainya

teman teman
jika dunia semuanya makan ayam
dan kau sukanya sapi
kayaknya udah saatnya untuk bilang,
aku suka sapi

ketika orang orang disekitarmu memelihara walet
dan kau sukanya merpati
kayaknya udah saatnya untuk bikin
sarang merpati yang paling kamu impi impikan
dan teriak, ini yang aku mau !

ketika kau ingin memahat gunung,
ketika semua orang ingin terbang ke udara dan berjalan jalan
getarkan di hati
getarkan dengan keras di hati
yang kau mau, yang kau inginkan
karena kamu berhak tuk menggapainya

Nafas

rona nafas kita
perlahan terhembus
juga waktu hidup
yang kini ada,
masih terjaga di sisi dunia

terbata bata
mencoba mengucap lafadz
mencoba menjadi lebih berguna

hati yang kadang candu
dengan segala kekeruhan
yang dirasa bagian dari kenikmatan

hati yang kadang sendu
akibat terlalu jauh dari rasa bersyukur

hati yang kadang mencoba untuk berbohong
untuk mengelabui diri sendiri
dari kebenaran

terbata bata
terus mencoba mengucap lafadz
mencoba menjadi lebih berguna

Menembus Kedalaman

lautan teduh
jernih biru cerah
mengambang di pertengahan
di antara hamburan air tenang

matahari pagi dan sinarnya
yang terombang ambing ombak
menerangi dasar lautan
pasir putih di antara karang karang

nyaman dalam dekapan
tabung udara yang baru terisi penuh
begitu sunyi

kulihat mutiara
berkilau di antara ketiadaan
memukau

Senin, 02 April 2012

Selayaknya Utuh

dunia seperti gempa
ia akan mengganyang kita
atas bawah depan belakang

dunia terus berjalan
ia memberi terang, ia memberi gelap
ia memberi duka, ia memberi suka

setalah kerja keras, sukses mungkin
ketika ditimpa cobaan, berat mungkin
segalanya, akan terasa pada waktunya, mungkin

namun ada yang selayaknya utuh
bagaimanapun hitam atau putihnya hidup
tetap utuh, tidak berubah

untuk tetap jadi baik
tetap ceria, tetap maju melangkah berani
tetap peduli, tetap berbagi

tetap memperjuangkan apa yang kita percaya
tak peduli bagaimanapun dunia
kepada kita

Sabtu, 31 Maret 2012

Semoga Sebentar

puing
berjatuhan
suara perjuangan
deras melintas ingin muara

sore itu tiada hiburan sore
yang biasa ada di alun alun kota
atau suara khas cekikikan
dari presenter presenter televisi

tidak ada lagi perjuangan untuk buang uang
untuk kecup kenikmatan
hanya gemuruh

tak semua seberuntung yang tengah beruntung
di ujung jauh
di negeri negeri dingin eropa utara
yang kini hanya bisa pilu saksikan media
berdoa segala kebaikan

semoga sebentar

Serenade Malam Senin

tiap kita tak bisa dipisahkan
dari masa lalu
segala yang telah terjadi di waktu lampau

cinta, tragedi, kebahagiaan, kesedihan
langkah dan segala keputusan
yang kemudian menentukan keberadaan kita hari ini

kini semuanya telah jadi cerita
yang bisa kita putar ulang kapan pun kita mau
tuk di ambil hikmahnya, atau untuk sekedar dikenang

keberadaan kita saat ini
adalah bukti bahwa Tuhan masih memberikan kesempatan
untuk digunakan dengan bijaksana

Corat Coret Dunia

berkaca kepada anak kecil
bebas beban

segala hal hebat imajinasinya
sibuk dengan apa yang ada di hadapannya

berburu kecoa menggunakan raket listrik
menyiram air seni ke segala penjuru
lalu teriak pemadam kebakaran

anti galau

Tomcat In My Office

ketika aku terdiam
duduk di keheningan
sebuah simbol berwarna merah hitam
terpampang di hadapanku
tanpa aku tau harus teriak ke mana
karena jiwa ini sejenak beku

ia bergerak perlahan seakan ingin terbang
oh Tuhan jauh sekali ia terbang

aku tak pernah tau apa yang ia rasakan
enggan mengganggunya
kita adalah teman
teman selamanya

Masih Ingin Di Sini

masih betah disini
enggan pergi dari tempat ini
ijinkan aku tinggal disini lebih lama lagi
haruskah aku pergi dengan setumpuk keengganan

hanya doa yang bisa kupanjatkan sekarang
berharap takdir kan membawaku kembali ke tempat ini

tak akan pernah ku lupa
setiap keping kenangan yang terasa
setiap tawa dan segala cinta yang tercipta

Kan Ku Beli Juga Semuanya

betapa enaknya
gurih yang melanda
lidah yang menganga
menyapu galau malam sabtu

betapa enak resep ini
betapa ingin aku bawa
ke setiap tempat aku ingin makan

aku akan ingat selalu
letak posisi persis
tempat laris ini

andai ku bawa gerobak bermotor
dan uang seratus juta
akan ku borong beserta tukang dagangnya

Jumat, 23 Maret 2012

Haus di Pencarian

tetes air dingin
ketika tenggorokan kehausan
melenakan segala yang kering

dunia ini berwujud ketam
yang akan mencapitmu di angan angan
membuatmu menari tanpa tema

seperti seseorang yang kehausan
seperti sebuah pencarian
sudahkah kau temukan pelabuhan

Darah Sang Jenderal

guru itu mendaftar jadi tentara
menjadi komandan
memimpin prajurit mengusir penjajah
menjadi jenderal besar
dan kesehatan yang terpukul

di antara hutan dan hutan
bergerilya menggelora
menyemangati tiap jiwa
bagai seorang kesatria

ketika itu belum ada twitter dan jejaring sosial
ketika itu belum ada kesenangan kesenangan digital
keberanian adalah darah yang hidupkan nurani tiap pembelajar
berani untuk sepenggal kebenaran

Pemahat

jejak ini
terpahat di batu
menjadi sesuatu yang utuh

sedikit usaha
sanggup getarkan dunia
cobalah tuk bisa tekun

waktu yang terbuang
alangkah sayang
uap dari senang senang

para pemahat memahat tanpa bicara
menjadi mahakarya tak lekang waktu
yang selalu bermakna hari demi hari

- Pesona Bukit Bintang -

bergeming hati dikala seluruh alam sedang sunyi
melihat cakrawala malam yang dipenuhi butiran bintang
bagaikan jalan terang yang membius rasa lelah

terpukau seakan tak ingin pergi
dari tempat aku berdiri memandangi langit
dan langit di jiwaku yang memegang harapan

waktu akan berjalan
noda akan terhapus ketika kita setuju
untuk memulai secarik lembaran baru

Senandung Rindu untuk Ibu

Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...