Ranting kecil pepohonan kering
Berderak tertiup bayu nan bising
Seiring mentari penuh menguning
Membakar jiwa tiada bergeming
Yang berkobar itu bukanlah api
Namun luasnya hati tanpa tepi
Dipenuhi nyala tekad teresepi
Diantara kelam gores satu impi
Mengapakah harus padam
Hanya karena caci naik pitam
Sedang tau sekalipun batu hitam
Mudah diubah jadi pualam
Ketika yakin tegak diatas dunia
Tiap ayun langkah tak sia-sia
Peluh pun meneteskan nada ceria
Jika teguh diri membalut usia
Saksikan kesetiaan setiap dahan
Menanti musim menuju pergantian
Setelah dendang angin dimainkan
Mengiring terbangnya dedaunan
Menepis bujuk tuk rebahkan tubuh
Meski meranggas batang hampir rubuh
Percaya tibanya hari saat hujan merengkuh
Bersama harapan hidup kembali tumbuh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Ku torehkan aksara ini sebagai cerita hati Tentang rasa yang ingin aku ungkapkan Aku tak bermaksud menyakiti hatimu Tapi mengapa kau huku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar