Derap berbatas
Senyap meluas
Pengap melibas
Harap terhempas
Lenyap terampas
Lesap meranggas
Lengkap tertindas
Menguntai kata
Mahligai cinta
Terurai dusta
Menjuntai pinta
Teratai penta
Melunglai renta
Terantai serta
Bersorai genta
Menangis sendu
Teriris rindu
Mengais pandu
Menepis tandu
Membingkis madu
Semanis candu
Mingikis windu
Setipis ladu
Hati merapal
Henti menyangkal
Arti dihafal
Ganti sejengkal
Bukti terdangkal
Nanti menebal
Inti menggumpal
Mesti melafal
Senin, 05 Maret 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
diantara persinggahan malam terlukis bayang kalbu muram saksikan biduk perlahan karam membawa asa jauh tenggelam denyut harap seo...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar