ketika aku terdiam
duduk di keheningan
sebuah simbol berwarna merah hitam
terpampang di hadapanku
tanpa aku tau harus teriak ke mana
karena jiwa ini sejenak beku
ia bergerak perlahan seakan ingin terbang
oh Tuhan jauh sekali ia terbang
aku tak pernah tau apa yang ia rasakan
enggan mengganggunya
kita adalah teman
teman selamanya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar