By: Ain Saga
Ku selalu mengajakmu menari
dengan berjuta pikiranku
menuangkan gelas senyuman
ditiap kukehausan
kau datang mengisi diari hati
melabuhkan cahaya suci
untuk setiap aksara tersugesti
kau jadi permadani
yang tebarkan warna hati
peluk cium dermaga harmoni
indahnya kan tergurat sepanjang mimpi
menepikan hembus sakit dan luka
hati
ketika lembaran hidup
terantuk duri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar