By: Ain Saga
Ku telah mengerti betapa indahnya dicinta
kutelah sadari
betapa indahnya dikasihi
namun waktu tetap tak pernah mengerti
segala hati yang ku tahu
meniti dengan duri tajam dijemari
menghempas padang lamunan hati
membeku
lalu pudar
terbang tak terkendali
tinggal nyeri meradang sendiri
mengeja waktu yang tak sehati
mengisi asa
kembali biru abadi
mungkinkah kau kunanti
kutetap mengais mimpi
senyumi hari yang tak pasti
injakkan wangi cerita penuh misteri..
Hitam tiada nada dentingkan pagi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar