Jumat, 03 Juni 2011

Bersyukur Menjadi Berbeda

Aku pernah merenda impian
Tentang sebuah keserhanaan
Yang beriring repih kedamaian
Hanya dengan bebas berlarian
Di luasnya warna rerumputan

Direlung mulai merambat lajur iri
Pada mereka yang tanpa batas diri
Lepas sesuka hati kesana kemari
Merasakan angin bermandi mentari
Sedang aku sibuk belajar berdiri

Jadi lebih mudah salahkan hidup
Atas harapan yang perlahan tutup
Sesali seolah jauh dari adil tertiup
Seketika pula senyumku sirna terliup
Berganti tudung cemburu melingkup

Mengapa harus di cipta bawa beda
Bila berbuah cerca menyesak di dada
Inginkan sempurna semua yang ada
Lengkap tergenapi segala kosong jeda
Tanpa satupun bagiannya perlu di penda

Airmata seakan menganak sungai
Bersama kedukaan merata tersemai
Tak sadar hanya kesah terus di gerai
Merasa seluruh hidup tak lagi bernilai
Bahkan sejak nafas pertama dimulai

Di sela himpitan perih membebani
Secercah cahya asa kembali disini
Tepat di sudut-sudut paling gelap ini
Memandu jiwa pada persinggahan kini
Dimana hanya damai yang jadi penghuni

Tak kan ada bila kesempurnaan di kejar
Tiada pernah menang saat iri jadi sesumbar
Hanya ingin semu yang buatku jadi kelakar
Sebab bodoh jika relakan syukur memudar
Kemudian biarkan kufur dalam mengakar

Menerima akhirmya terasa jauh lebih indah
Segala kekurangan ini sekejap dapat berubah
Jadi wujud satu keistimewaan dari anugrah
Justru mengukir kekuatan menghempas lemah
Karna itulah penempa baja yang tak mudah patah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senandung Rindu untuk Ibu

Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...