Sedih hatiku memandangmu
daun daun melatiku
tampak kusam dan layu
terbakar kemarau
serpihkan pilu
dalam nadiku
angin senja yang dingin
sepoi basah berirama
putri langit biru nirwana
menggoda jiwaku bermuram durja
aduhai melati
janganlah adik bersedih hati
semoga esok pagi
embun pagi menetes
disela jemari mewangi
patahkan kemarau yang arogansi
matikan senyum hangat
si bunga hati
tunggulah bungaku melatiku
siratkan sabarmu
peluk mesra doaku
ingin kudengar suara indahmu
bertasbih syukur
biar daunmu kering
terbakar kemarau yang kian garang
tenanglah bungaku..
Akan kusirami daun keringmu
kuusap manja kelopak wangimu
hingga putikmu tak lagi berduka
hanya menyemai ridho padaNya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar