By: Ain Saga
Tak jemu aku bergoyang
ditabuh semilir angin menantang
sepertinya matahari enggan
memanggang daun hatiku
entah karena apa ku tak pernah tahu
hidupku laksana awan
bergerak seperti tak tenang
kunikmati setiap aroma yang kuhirup
kusesali setiap daun yang gugur
saat sarinya kureguk
pagi bergilir menuju siang
puisiku berguliran
terserak
berdetak
berarak
binar
tak jemu ku menunggu
segala cuaca kuhadapi
mengusir halimun cobaan
rindukan bayang yang bukan bayang
inikah akhir perjalanan
kutemukan kau lambaikan tangan
mengajakku berdendang
lagu cinta dan alam
sampai malam menjemput pagi
pohon pohon pun berguguran
diamuk musim empedu
dari bilik tanpa beban
aku melihatnya
merasakannya
namun tak urung melupakannya
karena pohon puisi itu..
Itu aku..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
warna yang cantik berpadu dengan senyuman akan kekesalan yang dihentikan oleh sebuah tindakan memelukmu jangan kau menangis warna yan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar