Langit penuh bintang
menatap senyum pertamaku
saat suara muadzin
melarikkan adzhan suci
mari kita sejenak bersyukur
bersujud di bumiNya yang
indah
diantara hening pagi melaburi
hati
disuasana kabut menari
unggas yang tak henti berkalam
pagi
sapaan jenaka alam syurgawi
meluruhkan serpih pedih hati
menuju terang cahaya illahi
aku pun mengetuk hatimu dengan senyum dan doa dalam
aksara sederhanaku..
Semoga engkau menginsyafi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar