Semilir angin berhembus
menyentuh dedaunan hijau
menebarkan kehangatan
kedamaian alam nan asri
seekor kenari terbang tinggi
hinggap di dahan flamboyant
bertengger ia sambil bersiul
rasakan sejuk segarnya alam
indahnya lukisan permadani
ciptaan sang Maha suci
tak henti mataku bermandi takjub
betapa kebesaranMu illahi
teduhkan hati yang lama mati
terpenggal musim kering nan sepi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar