Kulambaikan tangan
kepada senja yang mulai meninggalkan
kepada segala yang suci dan mensucikan
air kehidupan
aku percikkan rinduku
dan semburatkan doa khusyu
aku dalam sendiri
mengenang sanak dan famili
mengenang semua cinta
di seberang bumiNya
aku biarkan duka meruah
tangisanku pun pecah
berkeping tiada akhir
teringat segala kecupan salam perpisahan
saat kulambaikan tangan
dan bahu ku dekap erat
hati kupun berdarah
terhempas jarak yang menikam khayal
kapan ku dapat pulang?
Bertemu sanak kadang
Uraikan jalinan rindu
jakarta, 070911
AIN SAGA
Selasa, 13 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
diantara persinggahan malam terlukis bayang kalbu muram saksikan biduk perlahan karam membawa asa jauh tenggelam denyut harap seo...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar