Entah siapa bermula
kau dan aku saling menyapa
merindukan saat jauh
bertanya bila tiada
kau hitam
aku putih
kau tertawa dan aku juga
kita sewarna seirama
kita menjaga dan selalu bersama
dimana cinta kan menyatukan
bila hatiku terjerat persahabatan
sedang kau terlalu diam
dan terkesan tak acuh
padahal peluh terasa jauh
keluh jadi ricuh yang penuh ambisi
pergilah sahabatku
karena ku tak ingin
rasaku tumbuh lebih dalam
dan tak mau singgah
selain dalam cinta yang bukan persahabatan
aku mengusap bening mataku
berharap ini hanya sepenggal mimpi.
Dan kubiarkan semua sepi merajai.meski hanya setitis tentangmu
aku tak berani memilih.
Jakarta, 221011
Ain Saga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar