titik di antara simpul senyum
sepercik embun
perlahan tulus
mengaliri peluh
mendekap penuh tanya
pagi akan kutertawakan
dalam lantai kamar mandi
suara air yang terbuang
ke lubang lubang kecil
yang nampak seperti saringan logam
detik yang mengeluh
sapuan rambut bagai ombak
tersibak dan terdiam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Senyap terbit, rahim sunyi pun di gembalai tangan-tangan rancu Ada mata asa, namun dayuh-dayuhan tersekat pekap Sungguh apakah genderang i...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar