kukecup mimpiku
kulalui jalan penuh aral liku
kubahasakan rindu
pada binarmu yang kejora
doamu yang selimuti malam
terdengar nyaring di telinga
gumamkan kerinduan
penghayatan dan labuhan setia
dan kusimpan erat dalam jiwa
pagi mengukir nafasku tenang
seakan melayang
aku hirup waktu dengan senyum bintang
berdoa dalam busur waktu
yang muncur memanah kata
memanah kenangan
di alam cakrawala
di setiap lorong hati bicara
langkahku tak pernah bisu darimu
Ain saga, 090512
Sabtu, 12 Mei 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar