Telah kulalui jalan ini
tempat denting hati merangkak sunyi
lautan jarak yang padamkan jumpa
sakit di dadaku seakan senja penuh kabut lara
jeram jeram cintamu
merintang semua mayaku
menyeretku pada hujan dan badai tak terselami
biru warnai pikiranku
merah cintaku terbingkis indah dalam ragu
engkau telah demikian jauh menempuh jarak
pulas rasamu seakan mengetuk kasihku
memaafkan rindu yang selalu cemburu
bilakah adamu hanya menatap ke sungai aliran rima cintaku
dalam liku jeram yang kuarungi
dan kau seberangi
bak sekuntum putik putik mimpi di belantara hati.
*imaji*
jakarta, 190612
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar