merengkuh sunyi dalam dekapan
meredam tiap rintih kepedihan
tak usah mencari seorang kawan
jelas tak ada untuk berdampingan
jangan pula dicari jejak rembulan
sebab yang tersisa hanya kegelapan
tanyalah dimana kusimpan harapan
tak kan tersuguh jua satu jawaban
nyatanya tak satupun dapat mengerti
sembilu duka yang kini merajam hati
layaknya hujan, tangis tak terhenti
ketika realita menjadi setajam belati
lalu, siapa yang disebut teman sejati
bila hanya kesepian yang beri arti
sendiri, menghibur diri dan menanti
saat dimana hidup tak lagi tersakiti
Kamis, 14 Maret 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar