Awan menanti angin
Yang kan membawanya
Menuju tanah-tanah gersang
Awan menanti angin
Bukan untuk dirinya
Sekedar membagi sejuk
Yang disimpannya
Dalam tetes hujan
Awan menanti Angin
Bersama menidurkan mentari
Agar lepas dahaga
Yang mencekat semesta
Awan menanti angin
Agar luruh lah sengat amarah
yang membakar jiwa-jiwa lelah
Awan menanti angin
Tuk membawa aroma rindu
Antara kekasih yang terpisah
Menyelipkan butir-butir Cinta
Pada rintik yang dibawanya
Kamis, 01 Desember 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
diantara persinggahan malam terlukis bayang kalbu muram saksikan biduk perlahan karam membawa asa jauh tenggelam denyut harap seo...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar