Sabtu, 31 Desember 2011
Balada setetes Doa
Cinta yang kuusung di titah do'a
seakan menagih bala
meneriakkan elegi di segala area
aku pun terpana
dalam tatap murka
waktu yang ternganga karena lena
indra ke enam yang terpedaya
belokkan jalan retas menuju mahkota
dalam udara berenda maya
aku pun menghela nafas
semampu ku bisa
ku coba paksa lahirkan sesuatu
tak urung kuciptakan serabut noda
dipucuk pucuk singgasana
tempat dua hati berpadu mesra
menuntun jalan pagi berseri
menggapai redhoNya.
Kuterpana!
Jakarta, 291211
Jingga nan merona
Pagi ini terasa harum bak melati
saat ku mulai menapaki susuran
keping hati
yang tak pernah bosan tersenyum
pada bayangmu yang kerap menyapa rindu
jingga nan menawan
merona teramat dalam
kan ku buka kedua tangan
untuk memintalnya jadi awan harapan
dalam kalbuku yang terdalam
semoga sinarannya akan abadi
menyentuh getaran rasaku
dan melabuh seiring jejak waktu
dalam buaian cinta dan setia
aku tahu kau sangatlah pemalu
tapi ku mohon
jangan kau lakukan sentuhan itu di lubukku yang dahaga.
Aku bisa mati dalam cinta
atau merenda luka di genangan mata.
Tak tahu langkah nirwana
meredam dusta
Kuyakin kau paham warna semua
jinggaku.Jingga nan merona itu..
Yang tertera di pita merah jambu
bersampul namamu..
Jakarta, 291211
Sentuhan kesyukuran
Bila malam bertahta
di setiap lembaran jiwa
tentu akan terbawa semua cerita
berbingkai aroma irama manusia
saling menggenggam cita
peluk erat setia
dekap lekat persahabatan
oh indahnya taman kebahagiaan
yang kubangun dari daun ketabahan
kesabaran akan bayang ketidakpastian
namun bermuara keindahan
biduk biduk keadilan
senyuman ketulusan
yang melingkari hasrat perdamaian
kita kadang selalu diingatkan
oleh sejarah
masa lalu dan kini hanya sekedar singgah
sedang semua tetap akan menjadi
sekuntum rindu
bila kelak kita terbayang
indahnya kebersamaan
dengan setiap jiwa
yang menggetarkan rasa
menggetarkan asa asa.
Jakarta,
281211
Saatnya Untuk Melangkahkan Cinta
cinta bisa saja hilang
tertinggal jauh di belakang
tempat terpencil
hidup adalah tuk dinikmati
setiap aliran yang berhembus
melewati kulit begitu halus
melaju tanpa ragu
kita tak berbuat curang
hanya mempergunakan kenyataan
tuk lahirkan kebahagiaan
dari puing penderitaan
saatnya mencari kota baru
yang lebih membuatmu nyaman
untuk tinggal dan berolahraga
belanja, tidur dan tersenyum
Tenang Jiwa Kemudian
tik..
satu cc air jatuh dari pinggiran gelas
yang ada di pinggiran meja kaca
dalam ruangan 4 x 5
berdekorasi putih minimalis
di pinggiran kota moskow
ketika musim semi tiba
di kota dubai
seorang pengamen merasakan tenang
bersamaan dengan jatuhnya air
saat itu, pedro di timor timur sedang belajar fisika
tepatnya tentang hukum gravitasi
dengan tenangnya
seperti perasaan seorang kosmonot dari jepang
yang sedang terdiam sejenak
di dalam orbit bumi
sambil melayang layang tanpa ada gravitasi
atau pertunjukan rock di layar kaca
jiwa tenang
tenang jiwa kemudian
Bangun Kembali Hati
jangan melanggar apa yang tidak boleh dilanggar
jika dilakukan
sama dengan memukuli, menusuk2 hati
membawanya kepada kematian
jika hati telah mati
jangan !
jangan biarkan hatimu mati
dengar suaranya..
sayup sayup..
gapai suara itu tanpa mempedulikan hasutan halus
semakin engkau menyerah kepada bisikan
engkau akan merasa enak
terus tenggelam ke dalam gelap
tegaslah bersikap
bersikap tegas
Langganan:
Postingan (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...