Berteman simfoni hujan penaku menari
Membentuk replika persinggahan hari
Dengan ratusan pilar berukir sepi
Dan diatasnya atap kesedihan menutupi
Andai tak mungkin sempurnakan hidup
Biar hanya tentramkan badai yang bertiup
Hingga terselesaikan paviliun kecilku
Yang kan jadi tempat teduhkan batinku
Disitu ada satu bangku tuk menanti
Hadirnya sosok kebahagiaan sejati
Sedih tak selamanya pekat
Meski senyum juga tak selalu melekat
Bijak apabila hati mampu merapal
Ada ujung disetiap jalan terjal
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar