by Muhammad Shahid Boy Ahmad
Aku Bukan Pujangga,
Yang Bisa Mengalun Syair Indah,
Buat Mempersona Khalayak Marhaen.
Aku Bukan Penulis,
Yang Bisa Komentar Persoalan Dunia,
Buat Menguja Gerak Revolusi.
Aku Bukan Karyawan,
Yang Bisa Mendera Emosi Khayalan,
Buat Memukau Pancaindera Keenam.
Aku Bukan Seniman,
Yang Bisa Melakar Ratapan Sanubari,
Buat Terpana Imbauan Semalam.
Aku Bukan Sesiapa,
Hanya Seorang Pengembara Di Alam Mimpi,
Mencari-Cari Di Tabir Sepi.
Aku Adalah Aku,
Peminjam Jasad Kepunyaan ILAHI,
Menitip-Nitip, Mengutip-Ngutip,
Sementara Aku Masih Disini.
Sabtu, 05 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
diantara persinggahan malam terlukis bayang kalbu muram saksikan biduk perlahan karam membawa asa jauh tenggelam denyut harap seo...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar