Pasir waktu telah sampai pada satu ruas
Menandakan rentan hidup tak cuma sekilas
Terkadang lupa berapa banyak alpa melintas
Ditengah kerikil tajam yang buat harap meretas
Hari ini, satu dari kelopak usia jatuh lagi
Masa remaja pun semakin menjauh pergi
Maka, gantungkanlah mimpi itu semakin tinggi
Sebab putaran roda jaman tak selalu bersinergi
Tak mengapa andai kau tak bisa mengerti
Apa yang sedang coba ku ungkap dari dalam hati
Karna ku tak punya apapun yang dapat jadi arti
Untuk indahkan cerahnya esok yang kini kau nanti
Sahabat, biar ku selip doa pada semesta yang bertasbih
Memohon kebahagiaan bagimu pada Sang Maha Kasih
Semoga pendar dari tiap cita kelak mudah kau raih
Menghalau segala rintang tanpa mengeluh atau berdalih
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Ku torehkan aksara ini sebagai cerita hati Tentang rasa yang ingin aku ungkapkan Aku tak bermaksud menyakiti hatimu Tapi mengapa kau huku...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar