Sabtu, 04 Juni 2011

BUKU DUNIA

Perlahan dan pasti
kutemukan lembaranmu
kosong bersih tanpa coretan
dingin sunyi bak malam membayang

sesaat denyutpun mengalir
pena pena bertautan
pijar pijar dibebaskan
lafadz pun diuraikan

semburatkan nyanyian kalbu
pengiring sepi dikala rindu
korbankan musim layu
menisbikan palu palu
jadi bukit diantara beludru

hangat matari lenakan serpih
senyum kinasih membayang
dalam buih
gelombang dan pasang bagai bicara
sungai mana dapat alirkan gemulai rasa

hingga aku terjatuh
oleh duri tajam sang mawar
terjatuh disorotan bulan jumawa
atau pedang pedang berkilatan
milik sang mashur
peronda kedengkian

tak apalah
aku hanya seekor kunang
ditengah buas hening malam
kubawa sinarku
lewati api dan benalu
kugosok mata
tajamkan cahaya
halaman pertama baru ku bisa
tertawa sepuas jiwa

sedang engkau terlalu cinta
pada hamba yang hanya kecil
tak berdaya
sebentar pun terkulum pagi yang rakuss
histeria
dekadensi membahana
birokrasi mengamputasi dunia
hanya jika ku dapat percaya
suka duka ada kadarNya
aku akan membuka gemetar
halaman kedua
akankah aku dapat menulisnya
harusnya
sudah tiada bertanya
tinggal menggurat saja
lalu mengamatinya
dunia mayamu ada disana
berkumpul bersama
membedah makna
jati diri kita
insan sungguh sempurna
dalam ciptaanNya
dalam buku pastiNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senandung Rindu untuk Ibu

Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...