Kamis, 02 Juni 2011

Merekah Ditengah Duri

Bunga yang merekah ditengah duri
Terbiasa dengan goresan tak terperi
Menyambut badai pasir melingkari
Kering, namun tak coba tuk berlari


Kaktus, tumbuh dipelataran gersang
Sejauh arah mata memutar pandang
Tetap tak berkurang luasnya padang
Surya tiada henti bakar menantang


Bila gelap tiba jadi selimut angkasa
Dingin menyergap ruas tanpa sisa
Bukan keluhnya yang jadi luar biasa
Menembus masa melalui jutaan lusa


Kokoh akar walau hanya setetes air
Terlalu sedikit untuk bisa mengalir
Sering kali mungkin harus bergilir
Berbagi agar hidup lain pun bergulir


Ketika setetes itu berubah melimpah
Tak ada niat bagi akar untuk serakah
Mengambil hanya haknya lalu berserah
Menyudahi sebelum tiap cabangnya basah


Air lebih hanya kan jadikan layu dan mati
Maka kemenangan akan jumlah tidak berarti
Membias nyata pada hitungan waktu terlewati
Berapa kali kuncupnya bisa mekar penuh nanti


"Belajar ketegaran hati dari bunga pohon kaktus, yang tetap merekah ditengah duri"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senandung Rindu untuk Ibu

Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...