Bunga yang merekah ditengah duri
Terbiasa dengan goresan tak terperi
Menyambut badai pasir melingkari
Kering, namun tak coba tuk berlari
Kaktus, tumbuh dipelataran gersang
Sejauh arah mata memutar pandang
Tetap tak berkurang luasnya padang
Surya tiada henti bakar menantang
Bila gelap tiba jadi selimut angkasa
Dingin menyergap ruas tanpa sisa
Bukan keluhnya yang jadi luar biasa
Menembus masa melalui jutaan lusa
Kokoh akar walau hanya setetes air
Terlalu sedikit untuk bisa mengalir
Sering kali mungkin harus bergilir
Berbagi agar hidup lain pun bergulir
Ketika setetes itu berubah melimpah
Tak ada niat bagi akar untuk serakah
Mengambil hanya haknya lalu berserah
Menyudahi sebelum tiap cabangnya basah
Air lebih hanya kan jadikan layu dan mati
Maka kemenangan akan jumlah tidak berarti
Membias nyata pada hitungan waktu terlewati
Berapa kali kuncupnya bisa mekar penuh nanti
"Belajar ketegaran hati dari bunga pohon kaktus, yang tetap merekah ditengah duri"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Senyap terbit, rahim sunyi pun di gembalai tangan-tangan rancu Ada mata asa, namun dayuh-dayuhan tersekat pekap Sungguh apakah genderang i...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar