By: Ain Saga
Wahai putik melati ku,
Kau gadis manisku
belahan hati ayah dan ibu
kemarilah dinda
mari kita coba terbang lintasi samudera
dengan sayap matahari
kita akan merdeka dari luka
melayang seperti rajawali
melihat isi dunia
dengan aneka warna hiasan
kejora diangkasa..
Adakah gemintang terlihat terang?
Kau dan aku begitu terpikat
senang..
Mari adik..lanjutkan perjalanan
dimana air terjun lambaikan senyum sang pangeran
betapa teduh udara diatas rambutmu
adikku pegang erat tanganku
terbang rendah jejakkan kaki dibumi
biar kau lebih mandiri
tak cengeng dan kerdil
hadapi hari
tak takut tertusuk mawar merah berduri
adakah kini hatimu riang
adakah lubukkmu tenang
merdekakan hatimu dinda
cahaya tak hanya seguris saja
ia lekat dimana mana
ada bahkan tiap sayapmu mengangkasa
jadilah peri peri menari
selalu riang tak hirau jejak meski
nyawa terapung
hampa menekur
hati terbalur sembilu
kita harus percaya..
Airmata hanya untuk bahagia
jangan lagi sayang
kau tumpahkan percuma
sesal dikandung badan.
takkan pernah kembali pulang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Senyap terbit, rahim sunyi pun di gembalai tangan-tangan rancu Ada mata asa, namun dayuh-dayuhan tersekat pekap Sungguh apakah genderang i...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar