By: Ain Saga
Angin pagi yang nyaris bekukan syaraf
tak kau hirau demi satu nafas asa
yang harus kau penuhi
pagi bernas selimutimu..
Kau bangun dan berlari
tak peduli jalan begitu lengang
sepi
kau nikmati sendiri
kicauan burung pagi yang mencicit
manja mainkan dahan dan ranting tinggi
kaulah lelaki pagi
pejaja koran pagi
pengedar info terkini
bagi semesta hati
yang peduli hari esok lebih baik
peduli nasib sumbang negeri ini
kau melawan udara dingin pagi
berbekal sepeda motormu
kau sambut semburat pagi
indah dan ceria selalu payungi
hati yang suci mengais tizki
demi anak dan istri menanti
selamanya kau setia
jadi pahlawan keluarga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar