Sabtu, 04 Juni 2011

Pangeran berkuda putih II

By: Ain Saga

Ringkik kuda putih tunggananmu
seakan ungkapkan rindumu
sesaat semesta terpana
menatap langkah pangeran
menuju hati kacaku
akankah mimpi jadi sempurna?

Kidung alam memabukkan cahaya
gurat senja memupus pedih
diantara kabut dingin
dibawah kaki langit
kami pun saling bertukar pelangi
mataku menyimpan matamu
kenangan bertangkai melati
kau sematkan dengan denting dawai malu malu..

Ijinkan aku menyentuh bumimu
lirih kau kecup bintang
hanya untuk bisa melihat senyum bidadariku

wahai ksatria
sungguhkah kita saling memahat
rasa..
Atau kau kecapkan dunia maya
berharap ku bahagia
namun tanah basah oleh luka?

Biarkan jalan dimuka riuh bersuara
namun tanganmu telah menggenggam satu amanat
setia diakhir cerita
kan kusambut sehangat matahari mekar
diatas pucuk daun berkilauan
berkilauan
rautkan makna getaran.
Diranah yang terpejam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senandung Rindu untuk Ibu

Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...