By: Ain Saga
Senja kupungut lagi
dilangit kota
bercampur debu jalan
dan tatap nanar
bocah bocah tanpa alas kaki
dengan rambut kumal
berlarian mengejar recehan
diperempatan lalulintas
kakiku tertahan
dua anak muda berjaket orange
jaket yang juga kumal
berlumpur debu
menyodorkan kotak amal
ditepi trotoar..
Diseberangnya
hiruk pikuk klakson berhimpitan dengan celoteh pengamen picisan
yang mengadu untung dibarak tak bertuan
getir kurasakan detak jantung
lembut mataku mengerjap
mencoba mengerti
meraba hati
mengais empati
di manik mungil tanpa noda
tak sekedar belas kasih
ironi dimataku
kaburkan bayangan rindu
samarkan impian surgaku
namun..kembara jalan kembali menitik
cawan hujan didalam kejoraku
telah beku lebih dulu
sebelum embun dan cinta
membawa pedihku pulang
bayang indah masa kanakku
seakan mengganggu
adakah mereka tahu..
Adakah yang mengerti
untuk pertama kali dihidupku
kubenci jadi bodoh dan lamban
entah mengapa..
Kubertanya pada udara
semua menjadi segurat maya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
I used to think that I could not go on And life was nothing but an awful song But now I know the mean...
-
Senyap terbit, rahim sunyi pun di gembalai tangan-tangan rancu Ada mata asa, namun dayuh-dayuhan tersekat pekap Sungguh apakah genderang i...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar