Dalam bias senja sore ini
udara dingin sehabis hujan
menyenyumi hatiku
berlayarlah pulang
bisiknya kejantungku
rindukan harum ruang bacamu
rindukan celoteh boneka pandamu
rindukan rumput yang basah oleh
hujan
juga harum tanah basah dan setangkai melati melambaikan tangan selamat datang kawan..
Mandilah dulu agar kau bersinar
simpan lelahmu pada dinding malam
hembuskan tawa disela tari aksara
semaikan riang diantara belukar debu tertahan
aku hanya ingin bilang
betapa kurindukan suasana senja berhujan
seperti harini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar