Mungkin kita tak punya lahan
untuk sekedar tertawa
hidup begitu rumit
penuh pernak pernik
kadang hujan mengguyur darah
mudamu
kadang halilintar menampar pilu
langit tak kerap cerah melukis warna
pelangi tak saban hari
menyalamimu
kita kini terpasung di jeruji
khayal dan mimpi
dua yang selalu meneror hati
sudah saatnya kita kembali
bersihkan hati sucikan budi
meski langkah kadang berbanjirkan peluh
atau tertusuk onak nan rapuh
biarlah semua nisbi
petikan saja prahara hati
akan rugi bila tersanjungi
bangkitkan selaksa semangat diri
hidup cuma sekali
tak guna bersedih hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Tapak jejak gunung biru Di atas nya kama ratih, menengger dalam pangkuan kertas-kertas putih Selambang getik tulisan merenda jentik jemari...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar