Patah hatimu
nekad mengakhiri
menuangkan secangkir
jelaga untuk ditenggak lalu mati
lalu berharap semua
akan terobati
semua akan terlewati
bagai membalik telapak tangan
tenggelam di bidik luka
menganga tak tahu langkah
kencana
aduhai apakah yang terjadi
saat saat hati kiamat
tak satupun rindu di tamadkan
hilang senyum terbunuh pedang
pedang kehidupan yang menggores pualam
di jantung perasamu
memulaskan rangkai kembara
menjadi serpih pagi buta
begitukah jiwa pecundangmu
melesat gemuruh
menghela bisu
haruskah aku yang mengujimu
gerangan apa lara dipendam?
Sebab luka bukanlah luka
sebab airmata berarti doa
sebab pedih pilu milik semua
semoga cahaya balurkan asa
bangkit lagi dan peluk mimpi
sampai akhir kita diminta kembali
barulah kita sama merengkuh hati
kiamat hati
akan mempercepat mati..
Janganlah dibawa kembali
untuk rona pagi bestari
berbuatlah
dan bersabarlah..
Semua akan bersemi lagi
yakinlah kawan..!
Karena Allah tak pernah mati.
Sabtu, 02 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar