Sore yang kian lelahkanku
berjibaku dengan waktu
kerja bakti mengurus sesuatu
rapikan strategi baru
semua bukan hal special
ada roda yang berputar
diayunan bimbang
ku mulai membelah senyuman
untuk rasa suka dan duka
yang berhimpitan menabuh emosi
diantara diri yang mabuk
bulan saga
halusinasi meraja
dan ikatan maya nan renta
aku berenang didalamnya
getir dibuai buihnya
melelahkan.
Ingin kucelupkan saja
di cangkir teh hangatku
setia memapah lelahku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
diantara persinggahan malam terlukis bayang kalbu muram saksikan biduk perlahan karam membawa asa jauh tenggelam denyut harap seo...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar