Malam yang merah delima itu pun
melelapkanmu
disaput kerlip bintang
dan rembulan ayu di tepi langit malam..seakan rasa tak bisa terbaca begitu saja
biarpun warna aksara menderas indah
menggugah renyah
aku pandangi nama yang meluluhkan hatiku
ia ada dalam gelap pelukanmu
ia tidur dan terbaring dibasuh
doa doa peluruh luka..
Malam selalu meraja
pagi selalu mempesona
dan kau sahabat..
Selalu saja rindu diantara hasrat pertemuan..
Aamiinn...
Senin, 04 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar