Kemerdekaan tinggalah abu usang perhelatan
yang setiap tanggal tujuh belas agustus maknanya kembali berkibar
merah putih berdiri kokoh di tiang tiang gedung dan sekolah
tanda pengenal dan badge di dada
begitu gagahnya engkau
generasi penerus
berkipas kipas dianyir darah para kakek dan nenekmu
sementara secuil nama mereka pun tak satu pun kau ingat
bahkan kau biarkan jadi debu
diantara perpustakaanmu
diantara kesibukkanmu mengagumi barat
dan budayanya
kemerdekaan kini bukan milik kita lagi.
Karena hati dan pola pikir kita berlayar di benua eropa dan antartika
tinggal kita nikmati pusara.
Pusara peradaban yang berkubang di atas jalan penyimpangan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar