Jarak ini seperti jurang yang dalam
terjal dalam belukar
sepi menawan hatiku rawan
menapak pada seguris kenangan
ada senyuman bintang
melayangkan kecupan
kehangatan
kasih sayang
tak jemu kulalui
meski berkali kuhindari
kau meretas pagi
menyatu dalam warna hati
dipucuk daun daun yang bermandi cahaya lazuardi
lalu singgah di hati kacaku
diam beku
tak ingin pergi meniti waktu
entah sampai kapan
kutak tak tahu
Kamis, 11 Agustus 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar