Langit yang biru menawan itu
seolah mengerti
apa arti kabut di matamu
tapi siapa perduli
saat kau habiskan malam dalam
desah hujan
berbaur dengan rasa hampa meraja
habiskan asa setengah terkoyak
hidup menagih rasa kenyang
dari getar keroncong di lambungmu
menyanyikan lagu merdu luka
dan membentuk bunga airmata
hanya kamar sepeta kecil
dengan atap bocor di sana sini
kau jalani hidup yang fana
Nadimu ingin berteriak
tapi suaramu ditelan getir sepi
hilang dalam bayang gamang
hanya segaris asa yang tercecer basi
mengusik kesabaranmu
menjalani waktu penuh lapang
seolah tak terjadi perang
insan marginal terayun sepi
di peraduan gubuk sunyi
ingin meraih bintang
seakan tak mungkin.
Ingin memetik bulan
serasa jauh
sejauh awan yang mulai menghitam
berganti gelap
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar