Tak habis airmataku menantimu
wahai bulan nan suci
tak habis senyumanku menyambut musim berharum doa
berlangit nirwana
berpayung nuansa taqwa
aduhai alangkah rugi hamba
bila tak dapat jumpa
tak tersentuh rahmat ajaibmu
alangkah ruginya hamba..
Malam malam berebut ampunan
saat dibukanya semua pintu kebajikan
biarkan kuhirup udara kemenangan
ijinkan ku mengadu padamu ya Robb
karena Engkaulah penjaga takdir
dan penjaga kekuatan
maka kuatkanlah aku dengan
barokah hati yang menangisi
dosa dan noda sebelum aku berjumpa kesucian RamadhanMu.
Aku yang faqir..
Kumohon bukalah pintuMu
untukku..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar