Terpaku aku di benakmu
saat cinta dan rindu mengalun sendu
hari terasa dingin
beku meski musim begitu jelita
bunga dan kupu saling bercengkrama
menarikan tarian bunga
getaran nirmala diantara kelopak
bermekaran
aku tetap berkubang waktu
melumuri hati dengan butiran tanya yang asing
tak kupahami
namun jawabnya kucari
diantara lorong sepi
lazuardi hati
kembali melukis bara api
meski hangat tak terperi
kugenggam mencari jalan kembali.
Saat pintu semua terkunci
dan ku terbawa di dalam jeruji
sudahlah.
Mungkin saatnya dewasakan hati
menerima yang tak terbiasa kuhirup lewat aksara.
Karena ku hanya manusia biasa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
Oh Cinta... Aku dengar keluh kesahmu dalam wahana yang begitu sempit Duniamu tersangkut pada khayangan dilema Ingin menari, tapi kata hat...
-
Sungai ini merah dulu airnya Oleh genangan darah Kakek nenek kami Sungai ini berbuncah dulu Oleh perlawanan Di sambut letusan pelur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar