Dalam diam aku bicara
pada dingin malam
langit pagi
pada gemericik air
yang menyentuh punggung bebatuan
menyeret debu kotoran
ke muara lebih luas
aku diam
namun hatiku bergumam
aku diam
namun udara bernyawa
serpihan rasanya merebak sedalam warna
yang kusapa cerahkan kejora
aku diam
diam yang bicara
Jakarta, 170911
Ain Saga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar