Gemerincing pagi
menguapkan sepi
bekukan darah di nadi
dan belukar kebun mimpi
semburat rasa tertahan
jadi bulat merah tak bertuan
perih sakit kurasakan
jerawat yang merajam senyuman
engkau bukanlah segalanya
biar hadirku tersia sia
semesta kan beradu nyawa
andai ku lara di terkam bala
kaulah yang empunya cerita
biarkan saja
hujan menghapus separoh rasa
kita bukan lagi sewarna
kau bukan segalanya
di mataku
Cilandak,jakarta, 170911
AIN SAGA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar