Hening menyergap waktu
kemarau yang meranggaskan
semerbak mawarku
kini mulai mengikis bumi
gersang
tandus
melelahkan mata
menguras pikiran
serta birukan darah
malam buta
tiba tiba saja kabut memerah saga
menghajar sepi yang kian ringkih
terbalut dentang pagi
kunikmati sendiri
dengan secangkir teh hangat
pengobat luka hati
arungi demam yang karam
berlutut di pintu takdirNya
tak pandai aku menangkap
bayangmu yang torehkan selaksa
kelabu
Jakarta, 140911
Ain SAGA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar