Rindu ini terasa sudah berton ton beratnya
memenuhi isi kepalaku
beragam cara untuk hindari
adiksi bayangmu
tawamu
lincah aksara
dan siluet perindu
mecabiki lamunan hati
tanpa perasaan juga mengoyak dinding hati
aku berlari menyentuhmu
kau berlari tak mau tahu
ada apakah?
Bosankah kau memetik mawar
dilumbung rasaku?
Jakarta, 100911
AIN SAGA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar