Apakah lagi yang kau cari
dalam hidup sebentar ini
hedonis dan konsumtif akan menjadi kiblat anak zaman
tak ada lagi kudengar suara orang mengkaji kalimah suci
sepi merajai hari
udara penuh serbuk dosa
penuh debu khianat
mendua pada Tuhannya
mencaci maki takdir sesukanya
seleluasanya
hingga semua kembali terpana
saat sangkakala tertiup pertama
manusia berlarian seakan debu
tak kenal lagi sanak saudara
tak tahu lagi arah tujuan
tinggal merengkuh asa berkalung kecemasan
hidup untuk berjuang
jangan abaikan hal itu
bersiaplah..
Mengertilah..
Jakarta, 021011
Ain Saga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar