Malam pun tak mampu melelapkanku
ku duduk termangu menikam udara sepi menggigit pori
sayup sayup gema adzan shubuh
hinggap di daun telinga
dan aku merasa diriku hina tiada daya
semalam kulalui dalam kelam
kekasih yang kudamba
kini menghilang dalam bimbang
seakan sulit buatku jadi faham
rautan hati tak direstu hati ayah ibunda
apakah salahku mencintainya
ataukah karna kurakyat jelata
tak layak bersanding dengan si putri angsa nan jelita
hingga cinta ini harus patah berkeping lima?
Aku mengurut dada
menghela nafas sempurna
cinta oh..cinta
pagi ini buatku basah menangisinya.
Jakarta, 031011
Ain Saga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar