Sepi menghampiri
padang hati yang berkawan pelangi
sejuta warna telah tumbuh sempurna
meracik kenyataan
di atas pintu pintu pengorbanan
dan perjuangan itu hakekatnya adalah pengabdian
meski rambut telah demikian putih
namun semangat terus memburu
tinggalkan luka di sudut waktu
berlalulah
raih asamu
meski peta di genggam tangganmu
demikian lusuh
kau pun tak tahu jalan pulang
jalan dimana selaksa cinta merindumu tiada batasan
Minggu, 02 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar