Menggenggam lilin ditelapak tangan
Terlalu takut lalai dalam penjagaan
Meski lepuh kulit juga oleh lelehan
Dianggap teguh tegak kesetiaan
Bukan badai yang meniup galau
Jika benar padam dihantam risau
Harapan adalah nyala memukau
Namun tak berarti suarakan garau
Tak mudah tuk menemui terang
Setelah kegelapan yang panjang
Tapi cahaya mestinya tiada berang
Api itu baik jika tak menjilat garang
Ada saat mentari harus usaikan tugas
Menelan kelam dengan tapak lekas
Walau terkadang sinarnya terpangkas
Jika awan melantun hitam menukas
"Menyusun harapan setinggi langit itu keharusan, namun jika terhalang aral dan tertunda wujudnya, bukan berarti harus menyerah dan menyalahkan atau bahkan melukai diri sendiri. Karena sering kali kebahagiaan muncul dalam wujud yang tidak kita sangka."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar