Meniti jalan pulang
Sepangjang garis lengang
Saat embun tertuang
Diatas pucuk rindang
Surya tidaklah gamang
Bukan enggan benderang
Biar waktu berselang
Awan pun berhak datang
Sejenak dibuai remang
Sebelum purna petang
Biar damai merentang
Kala mendung membentang
Pagi telah berulang
Meski tiada terang
Cukup jiwa yang lantang
Tiada henti berdendang
Tetap melangkah tenang
Lewati tiap ruang
Semangat tanpa lekang
Cita dijemput riang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
-
tatap tajam ke depan diam tenang dan rekam atur posisi badan ringankan dua tangan bidik tepat sasaran Focus.. Titik kemajuan 02051...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar