Sedikit lagi saja
banjirlah otakku
meluapkan amunisi rasaku
terhadap kamu
yang telah mengharu biru syaraf dan retinaku
sedikit lagi saja
akan kucampakkan semua benalu
habisi saja nyawaku..
Kataku menantang adrenalinmu
tapi narsis senyummu buatku muak dan segera ingin berlalu
tinggalkan mu dalam beku
persetan keluguanmu.
Lebam dalam jemariku mengomentari prilakumu.
200612
Sabtu, 30 Juni 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senandung Rindu untuk Ibu
Ibu.. Ribuan hari berlalu Tanpa hadirmu Namun rindu Masih menderu Penuhi ruang kalbu Dan netraku Masih pantulkan kelabu Sekalipun langit itu...
-
oleh Pakde Azir Menulis puisi dengan baik itu gampang-gampang susah. Ada orang yang mengatakan “Saya bisa menulis puisi jika sedan...
-
Sering kali angan hati dan alam nyata berselisih Lumpuhkan smua hasrat jiwa dalam lautan perih Bukan tak mungkin bongkahan harap makin pip...
-
Disini aku bersama cinta yang belum tercapai Aku sedang menantinya dalam sebuah perwujudan Nyatakah dia untukku? Sebagai cinta yang aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar